Sekarang sosial media bukan hanya sebagai tempat untuk membagikan kegiatan sehari-hari saja. Tetapi sudah merambah menjadi wadah untuk berbagi inspirasi mulai dari memasak, dekorasi rumah, make up tutorial, sampai merambah ke dunia fashion. Salah satunya adalah hijab. J-Friends bisa menemukan segudang tips menggunakan hijab sampai toko online yang menjualnya. Nah, ketika author sedang menjelajah di salah satu sosial media untuk sekedar mencari tren hijab, author menemukan sesuatu yang menarik.

Muncul di salah satu news feed instagram, akun @tsunagu.id sudah mencuri perhatian. Dari namanya saja, sudah kental dengan Jepang. Tetapi, kenapa ada kata “.id”? Disitu author mulai penasaran dan kepoin akun instagramnya. Dengan deskripsi “Japanese Traditional Fabric for Muslimah”, dan foto-foto yang berisi jenis jilbab cantik dengan dibubuhkan pattern khas Jepang, akhirnya author memberanikan diri untuk bertanya lebih lanjut mengenai jilbab ini kepada pihak Tsunagu Indonesia.

J-Friends juga penasaran apa sih Tsunagu Indonesia itu? Yuk kita simak sama-sama percakapan author dengan tim dari Tsunagu Indonesia!

Q : “Halo tim Tsunagu Indonesia! Kami penasaran, sebenarnya apa sih Tsunagu Indonesia itu?”
A : “Halo tim Japanese Music ID! Jadi, Tsunagu Indonesia adalah sebuah project yang dimulai pada Juni 2017 untuk mendekatkan dan menghubungkan Jepang dengan Indonesia.”

Q : “Boleh tahu siapa yang pertama kali mendirikan Tsunagu?”
A : “Tsunagu didirikan oleh orang Jepang yang menyukai Indonesia yaitu Masaki Matsuo-san dan orang Indonesia yang menyukai Jepang.”

Q : “Oh iya, kenapa menggunakan nama “Tsunagu”? Apakah sebetulnya arti nama tersebut dan konsepnya sendiri?”
A : “Tsunagu sendiri berasal dari kata dalam bahasa Jepang yang memiliki arti “menghubungkan”. Konsepnya adalah menghubungkan budaya fashion muslimah dengan Jepang, yaitu dengan menggabungkan kain dari Jepang dan Indonesia dan ketika para muslimah mengenakan jilbab kami, mereka merasa menjadi amat senang dan tersenyum bahagia.”

Q : “Apa yang mendasari untuk memproduksi Tsunagu di Indonesia bukan di negara lain?”
A : “Karena Masaki-san sangat mencintai negara Indonesia, termasuk Budaya, Alam dan orang-orangnya yang ramah. Ia berkata di Kobe City dan Takamatsu City, Jepang, beliau bertemu dengan banyak orang muslim  Indonesia yang baik dari Sumatera, dan Jawa sehingga beliau memiliki ide dan konsep untuk memulai Brand Tsunagu. Ia ingin membantu orang muslim dan juga ingin melihat para muslimah khususnya muslimah di Indonesia tersenyum dan merasa senang saat memakai jilbab Tsunagu.

Q : “I see! Bagaimana dengan pemilihan warna dan logo dari Tsunagu?”
A : “Dalam pemilihan warna dasar logo dari Tsunagu, kami berdasarkan pada kemiripan warna bendera dari kedua negara, yakni putih dan merah gelap. Untuk warna putih, melambangkan kesucian dan kemurnian. Sedangkan warna kokiake (warna merah gelap) adalah warna tradisional Jepang. Pada zaman dahulu, pembuatan warna ini sangatlah sulit lho! Warna kokiake sendiri adalah warna yang sangat mulia dan bermartabat pada Periode Heian.

Q : “Next. Apa saja sih produk yang sudah di launching oleh Tsunagu Indonesia?”
A : “Kami sudah launching Tsunagu Square Hijab Project di mana ini adalah project pertama dari brand kami. Terdiri dari dua seri jilbab segi empat yang terbuat dari bahan utama kain Chirimen dan katun dari dari Jepang, dengan bahan dasar Kain Diamond Crepe dan katun Ima dari Indonesia.”

Q : “Boleh dijelaskan lebih detail gak tentang Chirimen Series?”
A : “Boleh banget! Untuk Chirimen Series, kami menggunakan kain material dari Polyester Chirimen yang dibuat di Jepang. Kain Chirimen memiliki tekstur yang tidak rata ketika disentuh. Selain itu, kain ini terlihat mengkilap atau glossy. Kami menggabungkan Kain Chirimen ini dengan kain di Indonesia yang disebut Diamond Crepe yang materialnya lembut seperti tirai, sehingga menimbulkan kesan elegan dan kedewasaan.”

Q : “Kalau untuk Cotton Seriesnya?”
A : “Untuk Cotton Series, kami menggunakan kain katun Jepang yang digabungkan dengan material kain katun Indonesia yaitu Katun Ima. Kami memilih Katun Ima karena memiliki karakteristik katun dengan material yang solid dan kokoh. Sehingga menghasilkan kesan yang casual.”

Q : “Apakah hanya menggabungkan motif khas Jepang ke kerudung?
A : “Untuk saat ini, masih menggunakan motif khas Jepang dalam produk kami. Namun, kedepannya kami akan mencoba bereksperimen untuk menggabungkan motif tradisional khas Indonesia yakni batik atau songket dengan kain tradisional khas Jepang.”

Q : “Apakah nanti ada model kerudung terbaru dari Tsunagu?
A : “Ya, tentu saja. Kami akan selalu berusaha untuk selalu berinovasi dengan produk hijab kami untuk menciptakan suatu produk yang unik dan memiliki arti seni, sekaligus juga menggabungkan kebudayaan Jepang dan Indonesia.”

Q : “Apakah nanti ada produk lain selain kerudung?”
A : “Iya, kami akan mengeluarkan produk baru secara berseri atau berurutan. Pada masa yang akan datang, kami sudah berencana untuk mengeluarkan produk fashion muslimah lainnya seperti baju muslim atau muslimah set (gamis). Maka dari itu, mohon menunggu produk terbaru dari kami.” 🙂

Q : “Terima kasih, tim Tsunagu Indonesia yang super ramah.”
A : “Sama-sama!”

Nah, udah gak penasaran lagi dong dengan Tsunagu Indonesia? Ternyata, menggabungkan kedua budaya bisa dari sisi mana aja ya. Tidak hanya lagu, tapi bisa juga melalui fashion juga.

Baca Juga:  Kini Taksi "Anime Artwork" di Tokyo Mulai Beroperasional, lho!

Wanna know more about Tsunagu Indonesia? Kamu bisa follow instagramnya di @tsunagu.id