Sony Music Entertainment Japan (SMEJ), perusahaan musik, hiburan dan teknologi dari Jepang, ikut berpartisipasi dalam acara tahunan Anime Festival Asia Indonesia yang diselenggarakan di Jakarta. Ini adalah partisipasi pertama SMEJ di Jakarta. Dalam acara ini, SMEJ memperkenalkan serangkaian produk teknologi interaktif yang berkaitan dengan musik, permainan dan edukasi. Secara keseluruhan, ada enam produk yang diperkenalkan yaitu anywhereVR yang merupakan bagian dari ekosistem PSVR, VOLLY, Nawatobi Jumper, Daifuku-kun, Shinkukan Dolls dan Mitene dan Tama.

Booth SMEJ juga menghadirkan Enako, Professional Cosplayer dari Jepang untuk merepresentasikan karya 3D Image John Hathway (Shinkukan Dolls).

John Hathway, Ilustrator Jepang yang karyanya tampil sebagai salah satu bintang di SMEJ Booth ini juga mengumumkan bahwa illustrasinya akan menjadi salah satu wajah Shibuya Scramble Crossing yang merupakan persimpangan terbesar di Jepang dan dunia. Karakter dan ilustrasi Shinkukan Dolls akan dipajang sebagai latar game interaktif dengan Virtual Reality (VR) yang tekhnologinya diperkenalkan di SMEJ Booth.

Apa itu anywhereVR, VOLLY, Nawatobi Jumper, Daifuku-kun, Shinkukan Dolls dan Mitene dan Tama?? Kamu bisa baca dengan membuka tombol Spoiler dibawah ini 🙂

Klik disini

Apa itu “anywhereVR”?

Pertama kali diluncurkan di konferensi pers PlayStation 2016, anywhereVR mengadopsi konsep Okini no Shop & Koto Itsumono yang bisa diartikan sebagai ruang bersantai virtual dimana kamu masih bisa terhubung dengan smartphone milikmu. anywhereVR akan membawa kamu ke tempat favoritmu seperti di tengah taman bunga atau di bawah langit yang dipenuhi bintang dalam sekejap.

anywhereVR akan memproyeksikan gambar VR secara 360 derajat serta musik pilihan Anda. Dengan memunculkan smart device yang sudah diinstall aplikasi khusus gambar tersebut, produk ini dapat membuat sensasi baru dimana pengguna akan diteleportasi ke tempat pilihannya dan tetap terhubung ke dunia luar. Anda tidak perlu repot melepas perangkat VR Anda ketika ada panggilan masuk atau notifikasi lainnya” ungkap Producer Company Merchandising & Event Kenta Matsuo.

Sejauh ini, ada 20 pilihan yang tersedia untuk diunduh dan masing-masing dikenai biaya 2000 Yen atau setara dengan Rp. 270.000 (dengan kurs Rp. 135).

Kami masih dalam tahap awal pengembangan dan kami pasti ingin menambahkan lebih banyak pilihan ke aplikasi ini. Kami berencana untuk membawa orang-orang ke tempat yang sulit dijangkau. Indonesia dikenal memiliki banyak tempat yang indah dan kami ingin memasukkan Indonesia ke dalam aplikasi kita ini.” lanjutnya.

Fungsi lain dari produk ini adalah dengan menampilkan twitter timeline dan mini games. Produk ini juga bisa dikalibrasi dengan PlayStation 4 dan menampilkan gambarnya di layar TV. Aplikasi ini sudah tersedia di Google Play namun saat ini hanya dapat dioperasikan di Sony Experia. Tapi kedepannya Sony berencana untuk mengembangkan aplikasi ini untuk bisa diakses oleh perangkat manapun.

Informasi lebih lanjut kamu bisa baca di website resminya disini

 


VOLLY itu apa?

VOLLY yang satu ini merupakan Phygital Gadget berbentuk bola ditargetkan untuk anak-anak yang dapat merekam dan mengubah suara menggunakan sistem pendeteksi gerakan (mendeteksi getaran dan rotasi) yang tertanam di dalamnya jika pengguna menggerak-kan VOLLY. Dengan “mainan berbentuk bola yang unik” ini anak-anak dapat merekam suara diri sendiri atau suara lainnya serta dapat mengubah suara yang sudah direkam dengan menggelindingkan atau memutar VOLLY.

Volly bertujuan menjadi alat edukasi untuk anak-anak. Anak-anak bisa belajar berko-munikasi melalui perangkat ini” ungkap Masako Masuda

Perangkat ini dirilis pada Maret 2017 di Jepang dan mendapatkan review positif. Perangkat ini tersedia di versi original, Haruna Luna dan versi Tomohisa Sako. Dalam versi original, anak-anak bisa merekam suaranya sendiri.

Artikel Terkait :  Sekarang Orang Indonesia bisa Jalan-Jalan ke Jepang dengan 'bebas' Visa


Nawatobi Jumper

Nawatobi Jumper adalah “Lompat Tali” yang dipadukan dan dikembangkan dengan teknologi digital agar menjadikan atraksi yang lebih menarik untuk anak-anak. Dengan bermain lompat tali sambil mengenakan perangkat khusus, roket yang ditampilkan pada layar akan terbang menuju luar angkasa sesuai dengan jumlah dan ketinggian meloncat.

Ini adalah produk terbaru dari Sony Music. Kami merilis perangkat ini pada awal tahun ini. Perangkat ini memang ditujukan untuk anak-anak. Saat ini, sebagian besar teknologi membuat gaya hidup yang tidak sehat pada anak-anak. Kami ingin anak-anak memiliki gaya hidup sehat dengan cara yang menghibur” jelas Masako Masuda


Daifuku-kun

Kidstone yang merupakan merek khusus anak-anak milik Sony Music Entertainment, menciptakan aplikasi yang terinspirasi dari “Wagashi” yang mewakili makanan tradisional Jepang. Lewat Wagashi, Kidstone membuat serta mengembangkan karakter orisinil bernama Daifuku-kun yang ditargetkan untuk anak-anak dan orang tua atau pendampingnya.

Daifuku-kun adalah kearifan lokal dari Jepang. Kami baru saja merilis karakter ini pada bulan Juni 2017. Saat ini, kami hanya memiliki animasi youtube untuk karakter ini. Kami berharap bisa menemukan mitra bisnis untuk mengembangkan karakter ini ke dalam banyak platform seperti barang atau produk” jelas Masako Masuda

Karakter Daifuku-kun adalah karakter yang terinspirasi dari salah satu “wagashi” paling terkenal yaitu Daifuku Mochi. Karakter utama dalam aplikasi ini adalah anak lelaki berumur 5 tahun dengan sifat baik hati dan sangat sopan. Sejak kecil Ia diajarkan cara bersopan santun khas Jepang, menghormati dan melayani orang lain dengan baik. Ia akan mendekati dan memeluk orang yang sedang dalam kesulitan atau orang yang ingin di-sayanginya.

Website resminya bisa kamu buka di: http://daifukukun.jp


Shinkukan Dolls

Sony Music dengan bangga menghadirkan salah satu talenta paling inovatif dan paling kreatif yang ada di seni sub-kultur Jepang. John Hathway adalah freelance illustrator yang memadukan seni dan fisika ke dalam karyanya. Dalam karyanya, John menampilkan perpaduan berbagai media seperti robot, software, cerita, animasi, dan grafis 3D.

Shinkukan Dolls adalah proyek bersama antara John Hathway dengan Sony Music Entertainment Japan. Shinkukan awalnya adalah game kartu grafis seperti tarot dengan 2 pemain, yang akan dimainkan dalam waktu 30 menit. Permainan ini mengambil latar di distrik alternatif Akihabara, kota ini diimajinasikan menjadi kota terapung dimana sains telah sangat maju ke suatu titik di mana anti-gravitasi dimungkinkan. Dalam permainan ini, pemain akan berperan sebagai Shinkukan Dolls.

Versi Android Shinkukan Dolls, yang dikembangkan oleh Gulti di bawah aplikasi game SME, dirilis pada Agustus 2016. Sebelum game ini diluncurkan, Shinkukan Dolls berhasil membuat 200.000 pemain untuk mendaftar.

Website resminya bisa kamu klik di http://shinkukandolls.jp/

Gameplay Shunkan Dolls


Tama dan Mitene

Mitene adalah signage digital interaktif yang memiliki “mata” dan “otak” dengan mengintegrasikan signage digital yang ada dengan teknologi AR. Teknologi ini memungkinkan pengguna berinteraksi dengan karakter yang ditampilkan di TV. Dalam pameran di C3AFAJKT kemarin, SMEJ memilih kucing Tama sebagai karakter utama.

Mitene telah dipasang di lebih dari 100 tempat di Jepang. Sebagian besar Mitene dipasang di supermarket atau department store. Selain tujuannya untuk menghibur, Mitene juga bisa digunakan untuk mengumpulkan data dari konsumennya melalui ke-mampuan sensornya,” ungkap Masako Masuda.

Dengan kemampuan AR yang dipunya, Mitene dapat berguna sebagai alat yang efektif untuk memperoleh pelanggan baru dan menyampaikan promosi sambil membangun basis data pemasaran dengan fungsionalitas analisis log built in.

Website resminya bisa kamu klik di http://www.ar-mitene.jp

 

Artikel & Foto: REKA Publication
Editor: Pradja DJ