Tepat pada 7 September 2017, moxienotion dan encorefilms menyelenggarakan Premier Screening film Tokyo Ghoul Live Action di CGV Grand Indonesia. Beberapa perwakilan tim Japanese Music ID ikut berkesempatan mengikuti screening tersebut, dan pada artikel ini kami akan membahas sedikit review tentang Tokyo Ghoul Live Action.

*Disclaimer: Artikel ini mengandung konten Spoiler, jika tidak ingin terkena Spoiler, mohon untuk tidak lanjut membacanya dan mohon untuk membaca artikel lainnya yang ada di website Japanese Music ID*

Manga yang dibuat oleh Sui Ishida ini mendapatkan sebuah kesempatan yaitu diangkat menjadi sebuah film, film ini menceritakan Kaneki Ken (yang diperankan oleh Masataka Kubota) yang sedang terluka, dan seorang gadis bernama Rize Kamishiro (Yu Aoi) yang ternyata seorang ghoul. Kaneki terselamatkan dari Rize karena kerangka besi yang tepat jatuh mengenai Rize. Mereka berdua pun dilarikan ke rumah sakit, kaneki pun menerima transplantasi organ dari tubuh Rize yang menjadikan dirinya menjadi setengah ghoul.

Di live action ini sebenarnya cerita tidak terlalu jauh berbeda dengan di animenya, hanya sedikit di padatkan ceritanya, namun di Live Action ini berfokus pada  kehidupan Kaneki yang berubah setelah menjadi ghoul.

Dan di Live Action ini cerita hanya terfokus di season 1 Tokyo Ghoul dimana Mado Kureo (yang diperankan oleh Yo Oizumi) mati karena bertarung melawan Touka Kirishima (Fumika Shimizu) dan Hinami Fueguchi (Hiyori Sakurada) dan meninggalkan partnernya sendirian yaitu Amon Kotaro (Nobuyuki Suzuki).

Artikel Terkait :  Tiket Konser BABYMETAL di Inggris Terjual Habis dalam Waktu Kurang dari Satu Hari

Nah, bagi yang tetap penasaran dan mau tahu cerita detailnya tentang Tokyo Ghoul Live Action ini seperti apa? Filmnya akan di putar secara resmi mulai tanggal 13 September 2017 di Bioskop Indonesia.

 

Artikel : Ahmad Raffy Arrasyid
Editor : Pradja DJ