Di tahun 2018 ini, mungkin cukup banyak anime yang rilis tentang cinta-cintaan, tapi ada satu yang cukup menarik menurut penulis yang akan dibahas kali ini, yaitu anime tentang “Tada-kun wa Koi wo Shinai“.  Anime ini dimulai pada tanggal 5 April 2018 dan baru saja selesai tanggal 28 Juni 2018, dengan total sebanyak 13 episode ini mempunyai cerita yang unik dalam setiap episodenya.

WARNING !! Mungkin artikel ini akan ada sedikit berisi tentang Spoiler.

Buat yang belum tau, seperti apa sih ceritanya? :

Kisah ini menceritakan seorang anak lelaki bernama Mitsuyoshi yang belum pernah mengenal arti “cinta”. Suatu hari, dia mengambil foto bunga sakura saat dengan bermekar penuh dan pada saat itu ia bertemu seorang perempuan barat bernama Teresa, seorang mahasiswa pindahan dari negara fiktif Eropa bernama Larsenburg. Sepertinya dia terpisah dari teman perjalanannya saat tiba di Jepang. Tada membantunya dan membawanya ke kedai kopi kakeknya. Teman perjalanan dan pengawalnya Teresa yaitu Alexandra, tiba di kedai kopi tersebut saat di telpon oleh Teresa dan seketika “menghajar” Kaoru yang salah paham terhadapnya karena dikira menggoda Teresa.

Lalu, mereka menemukan hotel untuk mereka berdua menginap saat tinggal di Jepang dan ternyata hotel tersebut bersebelahan dengan kedai kopi Tada. Keesokan harinya, mereka mendaftar di sekolah Tada dan berada di kelas yang sama. Alex setuju untuk bergabung dengan Klub Fotografi atas permintaan Teresa bahwa dia juga ingin mengambil foto yang bagus. Mitsuyoshi sebenarnya seorang fotografer yang bercita-cita tinggi dan ingin menjadi seperti ayahnya, seorang fotografer terkenal. Saat Mitsuyoshi kecil, ia telah kehilangan orang tuanya dalam kecelakaan mobil. Foto terakhir yang diambil oleh ayahnya serta kameranya adalah satu-satunya hal yang kembali.

Anime ini berfokus pada petualangan Tada, Teresa dan teman-temannya serta bercerita tentang hubungan percintaan mereka berdua.

Mungkin para pembaca juga ingin tahu kan siapa saja tokoh dalam anime ini? Oke langsung geser ke bawah ya!:

Kita mulai atas kiri – kanan dan bawah kiri – kanan:

  1. Alexandra Magritte : Alex adalah teman masa kecil sekaligus assisten pribadi putri Teresa, ya bisa dikatakan Alex betanggung jawab penuh untuk melindungi putri Teresa dari segala ancaman
  2. Teresa Wagner : Teresa adalah tuan putri dari negeri Larsenburg, Teresa sendiri terobsesi dengan segala hal yang berbau Jepang dan akhirnya ia memutuskan pergi ke Jepang untuk belajar segala apapun tentang Negeri Sakura tersebut. Obsesinya muncul karena dia suka sekali film Rainbow Shogun, dan kutipan kalimat yang sering di ucapkan di dalam film tersebut yaitu “itsumo kokoro wa nijiiro ni” yang artinya selalu buat hatimu berpelangi.
  3. Mitsuyoshi Tada : Mitsuyoshi sang tokoh utama, disini ia tinggal bersam kakek dan adiknya. Mitsuyoshi bercita-cita menjadi seorang fotografer professional seperti almarhum ayahnya, kedua orang tua Mitsuyoshi meninggal karena sebuah kecelakaan.
  4. Kaoru Ijuuin : teman dekat Mitsuyoshi dari kecil, teman kelas, dan teman klub fotografi. Ijuuin adalah orang yang paling narsis dibandingkan tokoh lainnya dan mengklaim dirinya paling tampan.
  5. Hajime Sugimoto : adalah ketua klub fotografi juga teman untuk yang lain, Hajime sendiri sangat mengindolakan gravure idolnya yaitu Hina. Sampai ia menempel poster idolnya di ruang klubnya.
  6. Yui Tada : adalah adik dari Mitsuyoshi yang sering membantu di kedai kopi kakeknya, yang diam-diam memiliki perasaan pada Kentarou
  7. Hinako Hasegawa : teman sekaligus ketua kelas Hajime, Hinako sendiri sebenarnya adalah seorang gravure idol yang bernama Hina, namun hanya Teresa dan Alex yang mengetahui hal ini.
  8. Kentarou Yamashita : adik kelas Mitsuyoshi yang akan muncul ketika Mitsuyoshi bersiul menggunakan jarinya, layaknya seperti anjing pelihataan 😁
  9. Charles de Loire : tak banyak yang diketahuin tentang Charles, tapi di film ini Charles berperan sebagai pangeran dari Prancis yang akan bertunangan denga putri Teresa.
  10. Nyanko Big : salah satu ikon dari anime ini, kucing bertubuh besar ini tadinya sangat kurus saat pertama kali Mitsuyoshi menemukannya, lalu baru diberi nama Nyanko Big dengan tujuan agar ia dapat tumbuh besar dan berhasil.
Baca Juga:  Hatsune Miku Siap Menemani Kamu Saat Berada di Depan PC/Laptop

Nah itu tadi pengenalan tokoh yang ada di dalam anime ini. Oke cukup mungkin informasi yang bisa disampaikan, sekarang waktunya mengulas anime ini.

Sebagai penikmat hal yang menurut saya menarik untuk di perhatikan adalah anime ini tentang fotografi itu cukup jadi nilai lebih buat saya walau gak terlalu fokus kesitu sih dan ada hal yang cukup mencolok ketika nonton anime ini dimana salah satu brand yang cukup terkenal Nikon sepertinya ikut ambil bagian dalam anime ini karena jelas Mitsuyoshi sendiri selalu pakai kamera Nikon seri D7200 brandnya pun terpampang jelas di beberapa episode, selanjutnya dari segi alur cerita cukup ringan dan gak terlalu sulit dimengerti. Di anime ini setiap tokoh ikut ambil bagian dan memiliki konfliknya masing-masing jadi gak fokus terhadap Mitsuyoshi dan Teresa.

Dari segi karakternya juga menarik, mugkin karena ber-genre slice-of-life jadi karakternya dibuat normal dengan keadaan sesungguhnya. Cerita yang naik turun cukup bikin saya baper di beberapa episode cukup berhasil membuat saya emosional saat menontonnya. Terlebih lagi pada bagian akhirnya yang mengejutkan (meskipun sudah bisa ditebak dari episode satu). Menurut saya kekuranganya ada di cerita seorang tuan putri kerajaan yang menyukai rakyat biasa dan sepertinya masih terlalu tidak mungkin karena belum pernah dengar juga ada yang seperti itu atau mungkin wawasan saya yang kurang luas ya? hehehe 😁

Nah untuk kekurangan dari anime ini menurut saya latar pengambilan tempat yang cukup membosankan (sekali lagi, menurut saya lho ya~), karena sebagian besar adegan ini diambil di dalam kedai kopi milik keluarga Mitsuyoshi dan ruangan klub sekolahnya (meskipun ada juga tempat lain untuk refresh mata sih), lalu untuk penggambaran karakter dan latar tempat ceritanya juga menurut saya cukup kaku, karena sebagian besar anime Jepang mengambil latar yang sesuai tempat aslinya hal ini sangat di sayangkan untuk anime yang satu ini. Lalu di anime ini terlalu banyak warna hijaunya entah untuk memberi kesan alami tapi malah jadi agak aneh ya~, sangat disayangkan bagian Alex sangat sedikit dan tidak terlalu di bahas di anime ini. (yaiyalah ya, kan Alex cuma peran pembantu, dan kayanya menurut penulis, akan lebih seru kalau ada sedikit side story untuk Alex yang suka sama Charles.. ahahaha 😁)

Anime ini bagus karena kita disuguhkan dengan beberapa hal menarik dan bersejarah yang berada di kota Ginza, berhubung memang anime ini di memakai latar belakang di kota Ginza, ada beberapa scene yang cukup memanjakan mata karena memang dibagian itu mungkin sengaja di munculkan.

Hal yang saya dapat dari cerita ini, jangan sampai menyesal untuk kedua kali karena alasan yang sama dan lakukanlah yang membuat diri kita bahagia tanpa tertekan. Bagian spesial dari anime ini menurut saya ketika Mitsuyoshi mengejar teresa ke Larsenburg hanya untuk mengungkapkan perasaannnya, disitu terasa banget perjuangan untuk mendapatkan cinta dari Teresa.

Oke., mungkin cukup sekian ulasan yang saya berikan, bagi yang penasaran langsung saja tonton animenya dan saya yakin untuk kalian yang suka slice-of-life, gak akan nyesel deh, apalagi ditambah bumbu romancenya, anime ini cocok buat kalian dan beberapa humor tambahan serta tingkah konyol dari tokoh lainnya.

Jadi sekian, dan terima kasih, maaf kalau ada yang terlewat atau hal lainnya ya. Kalau ada tambahan dari kalian tentang anime ini, silahkan komentar saja~ 😊